Kamis Melanjutkan hari selasa

gambar 



gambar 2


Perbedaan gambar 1 dan gambar 2

 Modul RS485 Tipe 1 (umumnya: MAX485 / SP3485 versi kecil)

  • Chip: biasanya pakai MAX485, SP3485, atau kloningnya.

  • Pin: RO, DI, DE, RE, VCC, GND, A, B.

  • Kontrol DE/RE: harus manual → kita perlu atur pin RE/DE di ESP32 HIGH saat kirim, LOW saat terima.

  • Kelemahan:

    • Rentan noise kalau kabel panjang.

    • Harus benar wiring DE/RE dengan GPIO ESP32, kalau tidak komunikasi macet.

    • Hanya 1 chip transceiver sederhana tanpa proteksi berlebih.

  • Kelebihan:

    • Murah dan banyak tersedia.

    • Cocok untuk jarak pendek (beberapa meter).

Modul RS485 Tipe 3 (umumnya: modul industrial, kadang pakai isolator optocoupler)

  • Chip: bisa tetap MAX485, tapi biasanya sudah dilengkapi opto-isolator + regulator.

  • Fitur tambahan:

    • Auto direction → tidak perlu kontrol DE/RE manual, otomatis switching antara TX/RX.

    • Isolasi optocoupler → memisahkan ground ESP32 dengan jaringan RS485, jadi lebih aman dari lonjakan tegangan atau ground loop.

    • Kadang ada DC-DC isolasi (contoh: 5V in → 5V isolated keluar untuk RS485 side).

  • Kelebihan:

    • Lebih stabil untuk komunikasi jarak jauh (10–100m).

    • Lebih tahan terhadap gangguan listrik / noise.

    • Tidak perlu repot atur digitalWrite(REDE, HIGH/LOW).

  • Kekurangan:

    • Lebih mahal.

    • Ukurannya biasanya lebih besar.


Seteleh beberapa kali percobaan saya memutuskan untuk mengganti modul RS485 pada gambar pertama ke gambar kedua




 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membuat akun blog

Konfigurasi Jaringan CCTV Hikvision dengan Mikrotik dan Bridge

C++ Life tech VT1 - VT 29